Kalau

Kalau saya tidak berusaha,ingatkan saya.
Kalau saya sering mengeluh,ingatkan saya.
Kalau saya ingkar janji,ingatkan saya.
Kalau saya berbohong,ingatkan saya.
Kalau saya khianati amanah,ingatkan saya.
Kalau saya tinggi hati,ingatkan saya.
Kalau saya sering marah,ingatkan saya.
Kalau saya lalai perintah,ingatkan saya.
Kalau saya menyakiti perasaan,ingatkan saya.

Setelah semuanya saya lakukan,lantas kenapa.Lantas apa yang salah. Tak haruskah ada orang baik dan ikhlas di dunia.
Saya lelah kali ini sungguh.
Benar benar lelah.

Saya ingin berhenti dan tak ingin apa apa lagi.
Cukup.
Berhenti untuk kembali dan tak ingin melangkah lagi.
Sia-sia.

Rencana Tuhan (Ilustrasi)

Aku: Tuhan, bolehkah aku bertanya sesuatu?

Tuhan: Tentu.

Aku: Tapi janji, Engkau tidak marah.

Tuhan: Ya, janji.

Aku: Kenapa kau mengizinkan banyak ‘hal’ terjadi padaku di hari ini?

Tuhan: Maksudnya?

Aku: Aku bangun terlambat.

Tuhan: Ya.

Aku: Mobilku membutuhkan waktu yang lama untuk menyala.

Tuhan: Oke.

Aku: Roti burger yang ku pesan dibuat tidak seperti pesanan ku, sehingga aku malas memakannya.

Tuhan: Hmm.

Aku: Dijalan pulang, hp ku tiba-tiba mati saat aku berbicara mengenai bisnis besar.

Tuhan: Benar.

Aku: Dan pada akhir, saat aku sampai rumah, aku hanya ingin sedikit bersantai dengan mesin pijat refleksi yang baru aku beli. Tapi itu tidak nyala! Tidak ada yang berjalan benar pada hari ini.

Tuhan: Biar Aku perjelas, ada malaikat kematian pagi tadi, dan Aku mengirimkan malaikat Ku untuk berperang melawannya supaya tidak ada yang hal buruk terjadi pada mu. Aku membiarkan mu tidur disaat itu.

Aku: Oh, tapi,

Tuhan: Aku tidak membiarkan mobil mu menyala tepat waktu karena ada pengemudi yang mabuk lewat depan jalan dan akan menabrak mu.

Aku: (merunduk)

Tuhan: Salah satu pembuat burger mu hari ini sedang sakit, Aku tidak ingin kamu tertular makanya Aku membuatnya salah bekerja.

Aku: (malu)

Tuhan: Hp mu Aku buat mati karena mereka sebenarnya penipu, Aku tidak mungkin membiarkan kamu tertipu. Dan lagipula akan mengacaukan kosentrasi mu dalam mengemudi bila ada yang menghubungi mu kalau hp mu menyala.

Aku: (mata berkaca-kaca) aku mengerti Tuhan

Tuhan: Oh soal mesin pijat refleksi, Aku tau kamu belum sempat membeli listrik, bila mesin itu dinyalakan maka itu mengambil banyak listrik mu, Aku yakin kamu tidak ingin berada dalam kegelapan.

Aku: (menangis) Maafkan aku Tuhan.

Tuhan: Tidak apa, tidak perlu meminta maaf. Belajarlah untuk percaya Aku. Rencana Ku pada mu lebih baik dari rencana mu sendiri.

Aku: Aku akan percaya padamu. Dan biarkan Aku untuk berterima kasih atas semuanya.

Tuhan: Sama-sama… Aku akan selalu bersamamu, menjagamu☺

Perbincangan santai bapak dan anak

Bapak : Mas,itu rambutmu kok ga kaya adikmu ya yang lebat,dulu perasaan lebat banget,sekarang ko agak jarang gitu ya?
Mas : iya,kayanya banyak pikiran,agak stres dikit sepertinya
Bapak : ya kalau pikiran lagi ruwet,banyakin istighfar/dzikir aja.
Mas : iya pak.
Bapak : oh ya itu sakitmu kalo ga sembuh2 mbok ya ke dokter,rontgen siapa tau kenapa2.
Mas : iya pak.(*dalam hati* kemarin udah habis 2 juta lebih pak)
Mungkin Allah lagi seneng2nya memberi cobaan ke hamba nya ini. Hanya bisa bersyukur dan ikhlas buat saat ini. Berjuang dan berusaha dalam diam. Menitikkan air mata dalam sujud.
Dan tidak ada salahnya tersenyum,hingga lupa kalau sakit itu pernah bersemayam.

Makna hutang dalam islam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan terjadi sepeninggalku sifat monopoli (mementingkan diri sendiri) dan beberapa kemungkaran.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pesan tuan kepada kami menghadapi hal itu?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikanlah kewajibanmu dan mintalah kepada Allah untuk mendapatkan hakmu.”( HR. Bukhari-Muslim) 
 

3 hari sebelum meninggal, Rasulullah SAW kesehatannya sudah menurun, jika beliau hendak sholat harus dipapah oleh keluarganya, seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib atau cucu beliau Hasan dan Husain.

Rasulullah SAW, meninggal dunia pada hari senin. Dan sebelumnya pada hari jum’at meminta para sahabat untuk berkumpul sejenak di halaman masjid Nabawi setelah sholat jum’at.

Beliau Nabi: “Hari ini saya (Rasulullah SAW) akan menyelesaikan urusan dengan kalian.”

Para Sahabat: “Ya Rasulullah, urusan apakah ? Engkau adalah seorang nabi, tentunya tidak ada apapun urusan dengan kami dan apapun yang kau minta pasti kami berikan.”

Beliau Nabi: “Ya saya tahu, apa yang saya minta akan kau berikan kepadaku.”

Para Sahabat: “Engkau adalah seorang nabi yang Ma’sum, urusan apakah yang hendak baginda selesaikan Ya Nabi ?.”

Beliau Nabi: “Ya benar, apa yang kau katakan padaku. Saya akan menyelesaikan masalah Habluminannas. Ketika berkumpul dengan kalian, semua dari berperang, berdagang, meminjam, berhutang pastinya semua itu ada yang membuat kalian sakit hati.”

Para Sahabat: “Ya Rasulullah, sesungguhnya adalah tanggunganmu telah aku bebaskan.”

Beliau Nabi: “Ya saya tahu, tapi tetap saya sampaikan.Selama kepemimpinan saya, adakah yang tidak setuju atau tidak menyukai, silahkan Qishas (Balas) saya.”

 

Mereka yang berkumpul di masjid Nabawi pada saat itu hanya hening terdiam, mendengar baginda Rasulullah berucap seperti itu. Tentulah siapa yang merasa tidak beruntung hidup dijaman beliau masih hidup atau dijaman kepemimpinannya.

Tapi kemudian, Ukas tiba-tiba berkata : “Rasulullah, saya yang sangat sakit hati.”

Tiada disangka ternyata ada yang bersuara memecah keheningan sesaat, sungguh para sahabat yang lain sangat takjub mendengar pengakuan Ukas saat itu.

Beliau Nabi: “Ya bagaimana Ukas, apa kau pernah tersakiti ?.”

Ukas: “Ya rasa sakit saya masih belum terbalaskan, karena selama ini saya belum sempat.”

Sungguh tidak disangka-sangka, namun tiba-tiba Sayyidina Umar bin Khottob berdiri dengan suara kerasnya.

Sayyidina Umar: “Ya Ukaaaas, satu langkah kau maju, akan ku tebas lehermu.” (Teriak Sayyidina Umar sambil mengengkat pedangnya).

Beliau Nabi: “Ya Umar, sesungguhnya aku mengetahui kedudukanmu di akhirat dengan derajat yang tinggi, maka duduklah.”

Beliau Nabi: “Bagaimana Ukas, apa yang aku lakukan padamu silahkan kau balas.”

Tidak lama setelah Sayyidina Umar bin Khottob bersuara, kembali Sayyidina Abu Bakar As-Sidiq berdiri dan bersuara lantang.

Sayyidina Abu Bakar: “Ya Ukaaaas, pedangku akan memutus pembicaraanmu, jika kau masih melanjutkannya.” (Teriak Abu Bakar sembari memegang pedangnya).

 

Saat itu Ukas hendak di masa oleh para sahabat, namun Rasulullah SAW melarangnya.

Beliau Nabi: “Ukas majulah.”

Ukas: “Ketika perang Ya Rasulullah, aku terkena cambuk kudamu dipunggungku.”

Beliau Nabi yang untuk berdiri saja harus dipapah dan dibantu para keluarga dan sahabatnya, namun masih ingin menyelesaikan urusan Habluminannasnya (Urusan dengan sesamanya).

Beliau Nabi: “Baik, Ya Ali, tolong ambilkan cambukku di Sayyidatina Fathimah.”

Yang pada saat itu Sayyidatina Fathimah yang menyimpan barang-barang Rasulullah ketika beliau mulai jatuh sakit.

Sayyidina Ali yang disuruh Rasulullah langsung lari ke rumah sambil menangis hebat. Sesampainya di rumah Sayyidina Ali memeluk Sayyidatina Fathimah dan menangis tersedu-sedu.

Sayyidina Ali: “Hai kekasihku, tolong ambilkan cambuk Rasulullah.” (Ucap Sayyidina Ali yang tangisnya terurai).

Sayyidatina Fathimah: “Untuk apa cambuk ayahku itu ?.” (Tanya Sayyidatina Fathimah yang terheran).

 

Kemudian Sayyidina Ali menceritakan apa yang terjadi saat itu di halaman masjid Nabawi.

Setalah mengetahuinya Sayyidatina Fathimah menangis bersama Sayyidina Ali dengan tersedu-sedu dan mengambilkan cambuk Rasulullah.

Sayyidatina Fathimah: “Apakah benar ini akan terjadi kepada utusan-Mu Ya Allah ?.” (Do’a Sayyidatina Fathimah saat bersujud dan menangis hebat).

Lalu Sayyidina Ali bin Abi Thalib bergegas membawa cambuk ke hadapan Rasulullah.

Beliau Nabi: “Ya Ukas, ini cambuk saya, silahkan Qishas saya.

Namun tiba-tiba Sayyidina Ali bin Abi Thalib, berdiri sembari menangis hebat dan mengangkat pedangnya. Tahukah Anda seberapa berat pedang Sayyidina Ali ? beratnya mencapai 60 Kg, Pedang Sayyidina Ali sangat luar biasa saktinya, ia mampu menggempur dan menyerang benteng tentara romawi yang pada saat itu 3000 pasukan menggempurnya selama 2 bulan sama sekali tidak hancur. Tapi ketika Rasulullah mengutus Sayyidina Ali untuk maju sendiri menggempur benteng tentara romawi, sungguh luar biasa dengan menggunakan pedangnya yang bernama Syaifullah, sebentar saja habis dan hancur benteng itu.

Sayyidina Ali berdiri dan berteriak….

Sayyidina Ali: “Ya Ukaaas……………………..” (Sembari mengeluarkan pedang dari baju pedangnya).

Beliau Nabi: “Jangan…. jangan, duduklah. Kau nanti di syurga bersamaku, sayang jangan kau kotori tanganmu.”

Beliau Nabi: “Bagaimana Ukas ? pukul saya !.”

 

Ukas: “Tidak Ya Rasulullah, dulu aku tidak memakai pakaian ketika terkena cambukmu dipunggungku.” (Seru Ukas).

Rasulullah yang sudah rentan dan sakit parah, berusaha membuka baju, tapi kemudian langsung Sayyidina Hasan dan Husain berlari memeluk Rasulullah sambil menangis.

Sayyidina Hasan-Husain: “Ya Ukas, sesungguhnya aku yang berhak menerima balasan.”

Beliau Rasulullah: “Wahai anak-anakku, duduklah.”

(Rasulullah SAW. memanggil cucunya Sayyidina Hasan dan Husain “Anak-anakku”).

Beliau Nabi: “Ya Ukas, selelsaikanlah urusanmu denganku.”

Dan akhirnya Ukas lari hendak mencambuk Rasulullah. Tapi apa yang terjadi ??

Ukas malah mencium noktaf (tanda kenabian) atau stempel kenabian yang ada dipunggung kanan Rasulullah SAW.

Beliau Nabi: “Hai sahabat saksikanlah !! Ukas ini menjadi penghuni Surga dan lancar hisab ketika Allah SWT menghisabnya.”

Diambil dari Kitab Hadisun Nabawi (Hadis ke-418)

 

“Semua dosa akan diampuni, bagi orang yang mati syahid, kecuali hutang.” (HR. Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Ibnu Umar).

 

Begini penjelasannya:

“Orang yang bangkrut, adalah orang yang nanti ketika dihisab oleh Allah SWT, dia bangga dengan membawa ibadah sholatnya, amal shalehnya, shodaqohnya, zakatnya, hajinya,UMROHNYA. Akan tetapi, tidak lama akan ada orang yang datang dan menuntut. ‘Sesungguhnya kamu telah mencurangi saya, memukul saya, menipu saya, dan merebut hak saya !.’ Sehingga karena banyak yang menuntut kepadanya, Allah SWT memberikan segala apa yang dibawa akan Allah SWT bagikan kepada mereka yang menuntut haknya di akhirat nanti.

 

Kemudian tidak lama lagi, ada lagi seseorang yang menuntut haknya, namun segalanya telah habis dibagikan, hingga akhirnya Allah SWT mengambil dosa seseorang yang menuntut itu untuk diberikan kepada seseorang yang telah dituntut. Inilah orang yang Musflish (Bangkrut). Karena hutang bukan hanya materi tetapi janji, ucapan, kemudian rasa sakit hati ataupun tindakan yang kurang menyenangkan atau tidak sesuai syariat yang dimana setiap manusia memiliki hak satu sama lain untuk dihargai dan saling menghargai, dan Allah tidak akan terima ketika satu hamba menyakiti seorang hamba yang lainnya.”

 

Allah SWT mengampuni dosa kita dan Habluminallah (Urusan dengan Allah SWT) telah selesai. Tapi lain halnya jika kita belum menyelesaikan Habluminannas (Urusan dengan sesama manusia) maka akan terus dibawa hingga ke akhirat.

 

Doa Nabi Yunus

KAJIAN TAUHID
oleh: KH Abdullah Gymnastiar

“Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.”
Ini adalah doa nabi Yunus a.s yang dijanjikan oleh Alloh Swt. akan menjadi jalan keluar dari berbagai kesulitan yang sedang dihadapi oleh nabi Yunus a.s. Karena datangnya doa ini adalah berasal dari tiga lapis kegelapan.
Pertama, kegelapan malam. Kedua, kegelapan di dalam lautan. Dan ketiga, kegelapan di dalam perut ikan. Dari ketika kegelapan ini kemudian nabi Yunus a.s selamat atas izin Alloh Swt., syariatnya dengan memanjatkan doa ini kepada Alloh Swt.
Doa nabi Yunus a.s ini diabadikan oleh Alloh Swt. di dalam Al Quran, “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin”, yang artinya, “Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zholim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 87)
Ada 3 makna kunci utama pada tiap-tiap kalimat dari doa ini:

1. LAA ILAA HA ILLA ANTA
Artinya: Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.
Kalimat ini merupakan kalimat pengakuan yang mengakui kita tidak punya apa-apa sedangkan Allah punya segalanya, mengakui keEsaan Allah, kebesaran Allah dan Allah yang memiliki kuasa atas segalanya.
Mengakui diri ini betul-betuh bodoh yang tidak tahu apapun kecuali Allah yang Maha Tahu yang memberikan sedikit ilmuNya kepada kita.
Mengakui dengan yakin bahwa semua yang ada pada diri kita adalah milik Allah, yang tiada satupun kejadian yang bisa terjadi hanya dengan izin Allah. Yang tiada satupun musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah

Maka jika Allah memberikan sesuatu yang tidak kita senangi (ujian dan musibah) yakinkan dalam hati tanamkan serta katakan “Ini semua datangnya dari Allah maka pasti baik, Allah tidak mungkin dzalim, pasti ini baik untukku.”

Barangsiapa yang ingin diberikan keselamatan dari setiap persoalan, maka milikilah keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. Jangan menuhankan apapun selain Allah Swt. Hanya Allah semata yang ada di hati kita, yang menjadi tujuan setiap amal kita, yang kita harapkan pertolongannya.

2. SUBHANAKA
Artinya: Maha Suci Engkau
Tanamkanlah di dalam hati pengakuan bahwa hanya Alloh Yang Maha Sempurna, tidak ada kekurangan, kesalahan dalam hal apapun. Alloh Maha Suci dari segala kekurangan.
Allah Al BARR Allah Maha Baik, semua hukum, ketentuan, sepahit apapun yang kita rasakan pasti mengandung kebaikan.
Allah Al-Adl Allah Maha Adil, semua yang terjadi di dalam hidup kita termasuk kesusahan, kesedihan, serta kegelisahan semuanya Allah telah ukur sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita. Allah tahu dengan cermat siapa kita.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya..” [Al Baqarah : 286]

Maka janganlah berburuk sangka kepada Allah, jika ada hal yang kurang baik menimpa kita. Ketika kita meminta bunga Allah berikan kaktus, ketika kita minta kupu-kupa Allah berikan ulat. Menurut kemampuan kita sebagai manusia kaktus dan ulat itu tidak baik dan bukan apa yang kita harapkan. Padahal suatu saat nanti pada waktunya kaktus mampu memberikan bunga yang sangat indah, ulat setelah melalui beberapa proses berubah menjadi kupu-kupu yang menawan.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” [Qs. Al-Baqarah : 216]
Maka janganlah menjadi orang yang sok tahu. Jadilah orang yang memiliki ilmu dan hilm.
Hilm adalah kesabaran. Hilm adalah sikap tenang dan lembut yang tidak menggampangkan timbulnya amarah jiwa. Ilmu dapat kita peroleh dengan belajar sedangkan hilm dapat kita peroleh dari mujahadah latihan secara terus menerus.
Jadi sepahit apapun ujian kita, yang sakitnya sampai ke ubun-ubun sampai membuat tidak enak makan tidak enak tidur hingga menangis yang membuat dada sesak, tetaplah berbaik sangka pada Allah. Yakinkan dalam hati bahwa keadaan itu pada saat itu baik menurut Allah untuk kita. Allah sedang merontokkan seluruh dosa-dosa. Sungguh jika kita bersabar atas semua yang Allah tetapkan, tidak akan ada yang pernah luput dari Allah. Allah selalu melihat dan menatap hambanya. Allah selalu mengawasi hambanya yang Dia cintai.

Hadits abu hurairah r.a. ia berkata rasulullah saw.bersabda: “Allah berfirman: ‘Aku berada pada sangkaan hamba-Ku, Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku, jika ia mengingat-Ku pada dirinya maka Aku mengingatnya pada diri-Ku..”

3. INNI KUNTU MINADZALIMIIN
Artinya: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zholim
Mengakui bahwa diri kita ini adalah hamba yang zholim terhadap diri sendiri, banyak melakukan salah dan dosa. Semakin kita mengakui keburukan dan dosa-dosa kita di hadapan Alloh, inilah yang akan mengundang pertolongan Alloh Swt.
Disinilah bagian pengakuan yang Allah sukai. Dosa itu bisa mengundang cinta Allah jika kita mengakui dengan jujur akan dosa-dosa kita lalu memohon ampun kepada-Nya.
Maka jadikan sabar dan sholat menjadi penolongmu.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46)

Ketika Allah memberikan musibah maka pada pukulan pertama janganlah banyak bereaksi. Diam sajalah, jangan buru-buru curhat kepada orang lain apalagi menceritakannya kepada banyak orang. Karena sabar itu terletak pada sorotan dan pukulan pertama. Terkadang kita suka tergesa-gesa, dimana sifat tergesa-gesa itu datangnya dari setan. Ketika datang ujian tahanlah  dan  kendalikan diri jangan sampai ada kata-kata dan sikap yang tidak terkontrol apalagi sampai menuliskannya pada media social yang dapat dibaca khalayak ramai.
Orang yang tidak sabar adalah orang yang selalu ingin diketahui orang lain penderitaannya.
Setelah itu maka sholatlah. Ambil wudhu dan sholat itu jauh lebih baik dibandingkan kita menangis tersedu-sedu yang tiada hentinya, lebih baik dari pada membentur-benturkan kening ke dinding, lebih baik daripada sekedar memeluk guling sambil terisak . Allah menyaksikan kita sholat walaupun sambil menangis dan tidak khusuk. Allah tahu persis usaha dan kesabaran yang kita coba jalankan walaupun rasanya berat dan perih.
Menangisi masalah itu malah bikin kita makin nyelek sedangkan menangisi dosa itu justru bikin hati kita makin lega. Allah lah yg menurunkan sakinah di hati org yg beriman.

Yuk kita harus banyak menangis,  bangunlah di sepertiga malam usahakan tidur jangn terlalu larut. Allah melihat kita melawan kantuk. Allah melihat kita ke tempat wudhu. Allah tahu dibalik letihnya kita kita tetap berusaha sholat malam. Selesai sholat ingatlah Rasulullah dan bacalah sholawat. Ingat orangtua kita dan berdoalah utk mereka. Ingat dan bukalah lembar-lembar kelam dalam hidup kita. Zina mata yang kita lakukan serta zina pikiran. Kemusrikan kita. Sibuk menuhankan dunia. Sibuk membaguskan topeng. Menangislah atas dosa-dosa yang selalu kita lakukan. Mudah2an Allah yang maha tahu ikhtiar kita senantiasa menjadikan kita mampu bersabar dan senantiasa menambahkan nikmatNya.