Belajar BSD

1.  Pengenalan FreeBSD

Apa itu FreeBSD?

FreeBSD adalah sebuah sistem operasi mirip Unix (berlisensi) bebas. Pada tahun 1993 ketika pengembangan 386BSD dihentikan, lahirlah dua proyek baru: NetBSD, yang dikenal dapat dijalankan pada banyak jenis arsitektur, dan FreeBSD yang mendukung platform x86, amd64, ia64, sparc64 dan alpha. FreeBSD dikenal dengan stabilitas, performa dan keamanannya, sehingga digunakan oleh banyak perusahaan di seluruh dunia.

Rilis FreeBSD yang digunakan saat ini adalah versi 6.2. Pengembangan Gentoo/FreeBSD menggunakan versi ini, sedangkan pengembangan dengan versi lama telah dihentikan dan tidak lagi didukung.

Apa itu Gentoo/FreeBSD?

Gentoo/FreeBSD adalah subproyek dari proyek Gentoo/Alt, yang bertujuan untuk menyediakan sistem operasi FreeBSD berkemampuan penuh dengan mengambil rancangan dari Gentoo Linux, seperti sistem init dan sistem manajemen paket Portage.

FreeBSD dan Linux

Pengguna yang berpindah dari Linux ke FreeBSD biasanya menganggap kedua sistem operasi ini “hampir sama”. Malahan, FreeBSD benar-benar memiliki banyak kemiripan dengan distro Linux secara umum. Namun tetap saja, FreeBSD memiliki beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui:

  • Tidak seperti Linux, yang hanya merujuk kepada kernel, FreeBSD adalah sebuah sistem operasi lengkap, terdiri dari pustaka C, tool userland dan banyak lagi. Cara pengembangan ini menghasilkan sistem yang lebih konsisten.
  • Tidak seperti kernel Linux, pengembangan FreeBSD tidak dipimpin oleh satu orang, melainkan oleh sebuah kelompok kecil yang dinamakan Tim Inti.

Selain itu, FreeBSD juga memiliki beberapa perbedaan teknis dengan Linux. Berikut ini adalah beberapa perbedaan yang perlu diketahui, walaupun anda tidak berniat untuk bergabung dengan para pengembangan Gentoo/FreeBSD:

  • Untuk mendapatkan run-time dynamic linking functions seperti dlopen(), program tidak perlu di-link ke libidl seperti pada GNU/Linux, tetapi di-link ke libc.
  • FreeBSD tidak memiliki tool resmi untuk kompilasi kernel, jadi anda harus mengatasi dependensi fitur-fitur kernel sendiri.
  • FreeBSD Menggunakan UFS/UFS-2 sebagai filesystem dan tidak memiliki dukungan resmi untuk misalnya, ReiserFS atau XFS. Namun, ada beberapa proyek yang dapat memberikan dukungan read-only. Akses partisi ext2/ext3 sudah ada, tetapi anda tidak dapat menginstal sistem anda dengan filsystem ini.

2.  Instalasi Gentoo/FreeBSD

Boot CD

Setelah perkenalan, saatnya untuk menginstal Gentoo/FreeBSD. Sayangnya, saat ini kami belum dapat menyediakan media instalasi, jadi anda harus memilih antara dua metode instalasi. Metode pertama adalah menggunakan instalasi FreeBSD yang telah ada untuk mempartisi harddisk dan menggunakannya sebagai landasan untuk menginstal Gentoo/FreeBSD. Panduan ini akan menjelaskan cara menggunakan LiveCD FreeSBIE sebagai media instalasi untuk Gentoo/FreeBSD.

Catatan: Jika anda berniat menggunakan FreeSBIE untuk menginstal Gentoo/FreeBSD, pastikan agar anda menggunakan versi FreeSBIE yang berbasis FreeBSD 6.x, seperti FreeSBIE 2.0 (atau salah satu RC-nya). Anda dapat mendownloadnya dari tracker Bittorrent FreeSBIE.

Pertama, boot CD untuk memulai proses instalasi. Anda akan disambut dengan layar login. Masukkan username freesbie tanpa password. Selanjutnya, jalankan sudo su untuk menjadi root, dan tentukan password root jika diperlukan. Jika anda ingin barmain-main dengan FreeSBIE ketika proses instalasi berlangsung, anda dapat menjalankan startx untuk memasuki lingkungan Xfce, bisa digunakan untuk menjelajahi web, AIM, dan banyak hal lainnya. Tidak seperti Linux, FreeBSD menggunakan nama driver sebagai nama antarmuka jaringan. Misalnya driver Intel EtherExpress (fxp) ditampilkan sebagai fxp0 (driver fxp, kartu jaringan pertama). Untuk mengetahui kartu jaringan yang anda miliki, gunakan ifconfig:

Daftar Kode 2.1: Mengetahui nama kartu jaringan dengan ifconfig
# ifconfig
fxp0: flags=8843<UP,BROADCAST,RUNNING,SIMPLEX,MULTICAST> mtu 1500
        options=8<VLAN_MTU>
        inet6 fe80::2d0::b7ff:febc:4fe3%fxp0 prefixlen 64 scopeid 0x1
        inet 192.168.0.106 netmask 0xffffff00 broadcast 192.168.0.255
        ether 00:d0:b7:bc:4f:e3
        media: Ethernet autoselect (100baseTX <full-duplex>)
        status: active
lo0: flags=8007<LOOPBACK,MULTICAST> mtu 16384

Jika permintaan DHCP gagal ketika CD boot, anda dapat menggunakan perintah dhclient untuk mendapatkan IP:

Daftar Kode 2.2: Meminta alamat DHCP dengan dhclient
# dhclient fxp0
DHCPDISCOVER on fxp0 to 255.255.255.255 port 67 interval 9
DHCPOFFER from 192.168.0.1
DHCPREQUEST on fxp0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 192.168.0.1
bound to 192.168.0.106 -- renewal in 302400 seconds
Catatan: Output yang diberikan di sini akan berbeda, tergantung jaringan anda.

Mempartisi Harddisk

Setelah kita memiliki titik mount, saatnya untuk mempartisi harddisk. Lakukan dengan perintah sysinstall:

Daftar Kode 2.3: Menjalankan perintah sysinstall untuk mempartisi harddisk
# sysinstall diskPartitionEditor diskPartitionWrite

Kami sarankan anda untuk menggunakan layout default. Tekan enter pada dialog, kemudian tekan a diikuti dengan q untuk menerima layout default. Layar selanjutnya akan menampilkan opsi-opsi bootloader. Untuk opsi ini, pilih “None” karena kita baru akan menginstal bootloader nanti. Kemudian kita akan membuat partisi dan titik mount yang sesungguhnya.

Langkah ini juga menggunakan sysinstall, tetapi dengan argumen yang berbeda:

Daftar Kode 2.4: Menjalankan sysinstall untuk mengatur ukuran partisi dan titik mount
# sysinstall diskLabelEditor diskLabelCommit

Di sini, kita akan beralih dari penggunaan layout otomatis, dan menciptakan sebuah partisi root yang besar, diikuti dengan partisi swap. Tekan c untuk menciptakan partisi baru. Sebuah dialog akan meminta anda untuk memberikan ukuran. Masukkan ukuran dengan MB/GB atau C untuk silinder. Untuk partisi root, pilih UFS sebagai tipe partisi, dan atur titik mountnya menjadi /mnt/. Jika anda tidak merubah titik mount, lingkungan FreeSBIE akan ditimpa! Karena /boot bukan merupakan partisi terpisah, anda perlu menonaktifkan soft-updates, atau sistem anda tidak akan dapat boot! Untuk melakukannya, gunakan tombol panah untuk memilih partisi yang baru saja anda ciptakan, lalu tekan s, sampai “Newfs” tidak lagi berisi +S. Sekarang tekan lagi tombol panah sampai baris “Disk” di-highlight, lalu tekan c untuk menciptakan partisi swap. Pada umumnya, kami menganjurkan anda untuk membuat partisi swap dengan ukuran dua kali dari RAM. Pilih SWAP sebagai tipe partisi, dan tidak usah khawatir tentang soft-updates, karena ini tidak akan diterapkan pada swap. Setelah selesai, tekan q untuk keluar.

Ketika memilih titik mount yang berbeda dari / untuk partisi, sysinstall akan menciptakan partisi ‘d’, yang tidak dapat digunakan oleh bootloader untuk boot. Untuk memperbaikinya, jalankan perintah berikut:

Daftar Kode 2.5: Memperbaiki huruf partisi root
# disklabel ad0s1 | sed 's/^  d:/  a:/' > label
# disklabel -R ad0s1 label

Perintah tersebut akan melengkapi proses pemartisian, memformat harddisk dengan UFS agar dapat digunakan oleh FreeBSD. Perintah ini juga akan me-mount partisi ke titik mount yang tadi telah kita tentukan (/mnt/). Anda dapat memeriksa apakah semuanya sudah berhasil dengan perintah mount:

Daftar Kode 2.6: Memeriksa layout baru disk
# mount
...
/dev/ad0s1a on /mnt    (ufs, local)

Setelah partisi di-mount, saatnya untuk mulai meyiapkan instalasi Gentoo.

Menyiapkan Instalasi Gentoo

Pertama, kita perlu mendownload tarbal stage3 dan mengekstraknya ke dalam chroot. Bukalah http://gentoo.osuosl.org/experimental/x86/freebsd/stages/, dengan browser anda lalu ambilsnapshot terbaru, kemudian ekstrak ke titik mount:

Daftar Kode 2.7: Download dan ekstrak tarbal stage3
# cd /mnt/
(Anda juga boleh menggunakan mirror Gentoo lain yang berisi direktori experimental/)
# wget http://gentoo.osuosl.org/experimental/x86/freebsd/stages/stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
# tar -jxvpf stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
(Anda dapat menghapus tarbal dengan perintah berikut jika ingin.)
# rm stage3-x86-freebsd-6.2.tar.bz2
Catatan: Jika anda ingin menggunakan overlay transisi yang berisi ebuild semi-eksperimental dengan tambalan-tambalan yang belum ada di Portage, juga berisi lebih banyak paket, bacalahdokumentasi overlay Gentoo/ALT. Perlu dicatat bahwa overlay ini tidak terlalu penting dan anda dapat menginstal Gentoo/FreeBSD dengan mudah tanpanya.

Agar instalasi anda berhasil, anda perlu me-mount filesystem /dev dari sistem yang saat ini sedang berjalan ke titik mount Gentoo/FreeBSD sebelum melanjutkan ke proses chroot.

Daftar Kode 2.8: Mount filesystem /dev dan chroot
# mount -t devfs none /mnt/dev/
# cp /etc/resolv.conf /mnt/etc
# chroot /mnt/ /bin/bash
# env-update && source /etc/profile

Setelah mendapatkan overlay Gentoo/FreeBSD, saatnya untuk menunjukkan /etc/make.profile ke profil yang benar dan meyiapkan /etc/make.conf untuk Gentoo/FreeBSD.

Sekarang, anda harus mengambil salinan dari pohon Portage Gentoo.

Daftar Kode 2.9: Mendownload pohon Portage
# emerge --sync
(Anda juga dapat melakukannya dengan cara lain: )
# cd /
# wget http://gentoo.osuosl.org/snapshots/portage-latest.tar.bz2
# tar -xjf portage-latest.tar.bz2 -C /usr/
# emerge --metadata

Daftar Kode 2.10: Menyiapkan profil dan /etc/make.conf
# ln -sf /usr/portage/profiles/default-bsd/fbsd/6.2/x86/ /etc/make.profile
# nano /etc/make.conf
(Pastikan anda telah menambahkan entri-entri berikut: )
CHOST="i486-gentoo-freebsd6.2"
FEATURES="collision-protect"
Catatan: Keyword ~x86-fbsd belum sepenuhnya berisi pohon yang sama dengan ~x86, dan tolong jangan letakkan ~x86 di ACCEPT_KEYWORDS. Tetapi gunakan/etc/portage/package.keywords untuk menguji paket, dan laporkan paket-paket yang bagus ke Bugzilla.

Jika anda ingin, sekarang anda dapat membangun ulang seluruh paket inti sistem.

Daftar Kode 2.11: Membangun ulang paket inti FreeBSD (opsional)
# emerge -e system

3.  Menyiapkan Boot

Pengaturan zona waktu

Pertama periksa apakah waktu dan tanggal sudah benar dengan perintah date yyyymmddHHMM. Gunakan waktu UTC.

Daftar Kode 3.1: Pengaturan tanggal dan waktu UTC
(Periksa jam)
# date
Mon Mar  6 00:14:13 UTC 2006

(Sesuaikan jika belum benar)
# date 200603060016 (Formatnya adalah yyyymmddHHMM)
Mon Mar  6 00:16:00 UTC 2006

Selanjutnya, tetapkan informasi zona waktu dengan menggunakan daftar yang sesuai di /usr/share/zoneinfo.

Daftar Kode 3.2: Pengaturan zona waktu
# ls /usr/share/zoneinfo
(Menggunakan Jakarta sebagai contoh)
# cp /usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime

# date
Wed Mar  8 00:46:05 WIT 2006

Edit /etc/conf.d/clock untuk menetapkan zona waktu yang sebelumnya telah anda pilih.

Daftar Kode 3.3: Edit /etc/conf.d/clock
# nano -w /etc/conf.d/clock
TIMEZONE="Asia/Jakarta"

Instalasi Kernel

Jika anda telah menjalankan emerge -e system, source kernel FreeBSD akan diinstal ke /usr/src/sys. Jika anda melewatkan langkah ini, anda bisa mendapatkan source kernel dengan cara berikut:

Daftar Kode 3.4: Mengambil source kernel FreeBSD
# emerge freebsd-sources

Konfigurasi dan kompilasi kernel di sini banyak berbeda dengan di Linux, jadi jika anda belum mengenal prosesnya, kami sarankan anda untuk membaca Bab 8 dari buku pegangan FreeBSD. Untuk sekarang, anda dapat menginstal kernel GENERIC, yang seharusnya bisa digunakan pada hampir semua sistem. Untuk memulainya, masuklah ke direktori source kernel:

Penting: Perlu dicatat bahwa untuk saat ini Gentoo/FreeBSD hanya mendukung cara “Tradisional” untuk membangun kernel!

Daftar Kode 3.5: Memasuki direktori source kernel
# cd /usr/src/sys/

Di sini terdapat berbagai direktori arsitektur dan subdirektori untuk bagian-bagian kernel. Untuk memulai instalasi, kita akan memasuki direktori i386/conf/:

Daftar Kode 3.6: Direktori konfigurasi kernel
# cd i386/conf/
# ls
.cvsignore      GENERIC         Makefile        PAE
DEFAULTS        GENERIC.hints   NOTES           SMP

File-file utama yang perlu diketahui adalah GENERIC dan GENERIC.hints. Karena file ini akan diperlukan untuk instalasi kernel, salinlah file GENERIC.hints ke /boot/device.hints:

Daftar Kode 3.7: Menyalin file GENERIC.hints
# cp GENERIC.hints /boot/device.hints

File ini digunakan oleh driver kernel untuk informasi konfigurasi dasar seperti pengaturan IRQ. Sekarang saatnya untuk mengkonfigurasi kernel. FreeBSD menggunakan perintah configuntuk ini. config menggunakan file yang diberikan (pada contoh ini adalah GENERIC) untuk menyalin file-file yang diperlukan ke direktori compile pada direktori di atasnya. File GENERICmirip dengan file .config untuk kernel Linux. Jalankan config untuk menciptakan direktori build:

Daftar Kode 3.8: Konfigurasi pembangunan kernel
# config GENERIC
Kernel build directory is ../compile/GENERIC
Don't forget to ''make cleandepend; make depend''

config telah menciptakan direktori build GENERIC pada direktori di atasnya. Masuklah ke dalam direktori tersebut, kemudian jalankan perintah berikut ini untuk menyelesaikan pembangunan kernel:

Daftar Kode 3.9: Membangun dan menginstal kernel
# cd ../compile/GENERIC
# make cleandepend && make depend && make && make install

Perintah tadi akan menghasilkan kernel yang lengkap. Sekarang kita perlu menyiapkan bootloader agar kernel dapat di-boot. Bab selanjutnya akan menjelaskan dua metode yang digunakan untuk menyiapkan bootloader: boot0 dan grub.

Menyiapkan bootloader (boot0)

Penting: boot0 adalah bootloader FreeBSD. Sebelumnya, ini adalah satu-satunya bootloader yang didukung sampai grub memiliki dukungan untuk partisi UFS. Untuk menginstal dan mengkonfigurasi boot0, jalankan perintah berikut. Jangan lupa gantikan adXsY dengan nomor harddisk dan partisi anda yang sebenarnya.

Daftar Kode 3.10: Menginstal dan menyiapkan boot0
# emerge boot0
(Keluar dari lingkungan chroot)
# exit
(Jalankan dari luar chroot)
# fdisk -B -b /mnt/boot/boot0 /dev/adX
# chroot /mnt/ /bin/bash
# disklabel -B adXsY

Jika anda memerlukan info tambahan untuk menyiapkan boot0, bacalah Bab 12 dari buku pegangan FreeBSD. Sekarang saatnya untuk menyiapkan konfigurasi dan pengaturan dasar sistem.

Seksi berikut ini akan menjelaskan cara penggunaan bootloader alternatif, grub.

Menyiapkan bootloader (grub)

Mulai dari grub 0.97-r1, partisi UFS dapat dibaca oleh grub. Dengan begitu kita dapat menggunakan grub sebagai bootloader, metode yang disukai oleh pengguna yang datang dari dunia Linux. Untuk memulai, emerge grub lalu atur label sebagai bootable. Jangan lupa gantikan adXsY dengan nomor disk dan partisi anda yang sebenarnya.

Daftar Kode 3.11: Emerge grub
# emerge grub
# disklabel -B adXsY

Sekarang jalankan grub untuk menampilkan prompt perintah, lalu atur partisi seperti berikut:

Daftar Kode 3.12: Menyiapkan grub
(Ini untuk mencegah disk error 29)
# sysctl kern.geom.debugflags=16
# grub
(Contoh menggunakan ad0s1d)
grub> root (hd0,0,d)
 Filesystem type is ufs2, partition type 0xa5

grub> setup (hd0)
 Checking if "/boot/grub/stage1" exists... yes
 Checking if "/boot/grub/stage2" exists... yes
 Checking if "/boot/grub/ufs2_stage1_5" exists... yes
 Running "embed /boot/grub/ufs2_stage1_5 (hd0)"... 14 sectors are embedded.
succeeded
 Running "install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+14 p (hd0,0,d)/boot/grub/stage
2 /boot/grub/menu.lst"... succeeded
Done.

grub> quit

Untuk memerintahkan bootloader agar mencari kernel di slice tertentu, (defaultnya adalah ‘a’), tambahkan baris vfs.root.mountfrom di file /boot/loader.conf:

Daftar Kode 3.13: Pengaturan bootloader
# echo 'vfs.root.mountfrom="ufs:ad0s1d"' >> /boot/loader.conf

Ketika anda pertama kali boot, anda mungkin tidak akan mendapatkan menu grub. Jika begitu, jalankan perintah ini di prompt:

Daftar Kode 3.14: Boot kernel tanpa menu
grub> find /boot/grub/stage1
(Output di sini adalah apa yang akan anda gunakan untuk perintah selanjutnya)
 (hd0,0,d)

grub> kernel (hd0,0,d)/boot/loader
  [FreeBSD-a.out, loadaddr=0x200000, text=0x1000, data=0x3a000, bss=0x0, entry=0x200000]

grub> boot
Catatan: Untuk informasi lebih lanjut tentang konfigurasi grub, bacalah Buku Pegangan Gentoo Linux.
Peringatan: Grub tidak mengikuti symlink UFS, jadi jangan lupa harus symlink /boot/grub/menu.lst dan gunakan menu.lst untuk konfigurasi Grub (grub.conf tidak digunakan).

Konfigurasi Sistem

Pertama, kita akan mengatur titik mount filesystem di /etc/fstab.

Daftar Kode 3.15: Edit filesystem di /etc/fstab
# nano /etc/fstab
(Ini hanya contoh, gantikan X dan Y dengan nomor harddisk anda.)
#Device         Mountpoint      Fstype          Options         Dump    Pass
/dev/adXsYb     none            swap            sw              0       0
/dev/adXsYa     /               ufs             rw              1       1
/dev/adXsYe     /usr/home       ufs             rw              2       2
/dev/adXsYd     /tmp            ufs             rw              2       2
/dev/acdX       /cdrom          cd9660          ro,noauto       0       0

Sekarang mungkin saat yang baik untuk mengatur koneksi jaringan sebelum reboot akhir. Anda dapat membaca informasi yang diperlukan untuk mengatur jaringan anda di Buku Pegangan Gentoo. Agar kartu jaringan anda diaktifkan ketika boot, anda perlu menambahkannya ke runlevel default:

Daftar Kode 3.16: Menambahkan kartu jaringan ke runlevel default
# rc-update add net.fxp0 default

Nama host sistem anda dapat diubah di /etc/conf.d/hostname.

Daftar Kode 3.17: Mengatur hostname sistem
# nano /etc/conf.d/hostname
(Isi variabel HOSTNAME dengan hostname anda)
HOSTNAME="tux"

Anda juga dapat mengkonfigurasi nama domain anda di file /etc/conf.d/domainname:

Daftar Kode 3.18: Mengatur domainname
# nano /etc/conf.d/domainname
(Isi variabel dns_domain dengan nama domain anda, dan "lo" dengan
kartu jaringan lokal anda)
dns_domain_lo="homenetwork"

Jika anda memiliki domain NIS, anda perlu mendefinisikannya di file /etc/conf.d/domainname:

Daftar Kode 3.19: Mengatur nama domain NIS
# nano /etc/conf.d/domainname
(Isi variabel nis_domain dengan nama domain NIS anda, dan "lo" dengan
kartu jaringan lokal anda)
nis_domain_lo="my-nisdomain"
Catatan: Untuk informasi lain tentang nama domain dan jaringan, bacalah Buku Pegangan Gentoo Linux, juga dokumentasi yang ada di /etc/conf.d/net.example.

Jika anda perlu menggunakan layout keyboard lain untuk bahasa anda, anda dapat mengaturnya di /etc/conf.d/syscons. Contoh berikut ini menggunakan layout Spanyol, jadi anda perlu menggantinya dengan layout yang anda perlukan.

Daftar Kode 3.20: Mengganti layout keyboard (opsional)
# nano /etc/conf.d/syscons
KEYMAP="spanish.iso.acc"
(Layout lain tersedia di /usr/share/syscons/keymaps).

Sekarang saatnya untuk menentukan password user root dan menambahkan user lain untuk penggunaan sehari-hari.

Daftar Kode 3.21: Mengganti password root dan menambahkan user baru
# passwd
# adduser
Username: fred
Full Name: Fred Smith
(Untuk menerima default, tekan Enter.)
Uid (Leave empty for default):
(Juga untuk menerima default di sini; tekan Enter.)
Login group [fred]:
(Masukkan grup anda di sini, dipisahkan dengan spasi. Grup harus sudah ada.)
Login group is fred. Invite fred into other groups? []: wheel portage
(Untuk menerima default, tekan Enter)
Login class [default]:
(Tergantung kesukaan anda.  Pastikan shell sudah ada di /etc/shells)
Shell (sh bash tcsh csh esh ksh zsh sash nologin) [sh] bash
(Untuk menerima default, tekan Enter pada semua pertanyaan)
User password-based authentication [yes]
Use an empty password (yes/no) [no]:
Use a random password? (yes/no) [no]:
Enter password: password goes here
Enter password again: retype it
(Untuk menerima default, tekan Enter)
Lock out the account after creation? [no]:
Username    : fred
Password    : *****
Full Name   : Fred Smith
(Bisa berbeda)
Uid         : 1002
Class       :
Groups      : fred wheel portage
Home        : /home/fred
Shell       : /bin/bash
Locked      : no
(Konfirmasikan apakah semua informasi sudah benar)
OK? (yes/no): yes
adduser: INFO: Sucessfully added (fred) to the user database
Add another user? (yes/no): no
Goodbye!
#

Selamat, anda baru saja menyelesaikan instalasi Gentoo/FreeBSD dan sekarang anda dapat mulai menjelajahinya setelah reboot. Enjoy!

Daftar Kode 3.22: Reboot sistem
# exit
# reboot

4.  Pengembangan Gentoo/FreeBSD

Cara membantu

Anda beberapa hal yang bisa anda bantu, tergantung pada tingkat kemampuan dan waktu kosong anda:

  • Bekerja dengan ebuild yang sudah ada: ini artinya bekerja dekat dengan para pengurus ebuild untuk menciptakan tambalan-tambalan atau modifikasi ebuild agar dapat dimasukkan ke pohon utama Portage.
  • Keamanan: jika anda tertarik dengan keamanan, kami membutuhkan anda! Walaupun nasihat keamanan dari proyek FreeBSD selalu kami lacak dan perbaiki, kami akan selalu menerima bantuan anda pada wilayah ini.
  • Kontak: kami membutuhkan orang-orang yang dapat menghubungi para pengembang FreeBSD untuk menjalin kerjasama dengan kami dalam pertukaran perbaikan dan diskusi tentang berbagai masalah beserta pemecahannya. Perlu dicatat bahwa hal ini tidak boleh digunakan untuk mengotori milis dan channel IRC dengan spam.
  • Pengujian: semakin banyak pengguna yang aktif dengan Gentoo/FreeBSD, semakin banyak pula bug yang akan ditemukan, yang berarti dapat membantu kami untuk terus meningkatkan kualitasnya. Jika anda pintar menjelaskan bug atau masalah, kami benar-benar membutuhkan anda!
  • Wilayah lain yang kami butuhkan bantuan dari anda adalah: ebuild sistem, pembuatan CD instalasi, dokumentasi, dan kernel hacking.

Masalah-masalah yang Diketahui

Untuk saat ini, masih ada beberapa masalah yang telah diketahuil Berikut ini adalah masalah yang perlu diperhatikan:

  • Sebagian skrip init bergantung pada servis “clock” yang belum dapat kami sediakan sampai saat ini. Anda boleh saja menghapusnya dari dependensi skrip dan melaporkan hasilnya diBugzilla. Gunakan selalu produk “Gentoo/Alt” ketika anda membuat laporan.

5.  Kontak

Daftar yang berisi nama para pengembang Gentoo/FreeBSD bisa anda peroleh di halaman proyek. Cara lain untuk menghubungi para pengembang Gentoo/FreeBSD adalah melalui channel IRC #gentoo-bsd di Freenode, juga milis gentoo-bsd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s