Perusahaan Idaman di Indonesia

 PT Astra  International Tbk. kini muncul sebagai perusahaan yang paling
diidamkan para karyawan sebagai tempat bekerja. Namun, yang menarik, umumnya
para karyawan sekarang lebih banyak mengidamkan bekerja di perusahaan migas.
Tahun depan, peluang mereka bekerja di perusahaan idamannya masih cukup
terbuka.

Duduk sebagai vice-president chief of corporate human resources & management
development di perusahaan sebesar PT Astra International Tbk., F.X. Sri
Martono menghadapi tugas yang tak ringan. Ia dituntut harus mampu berperan
sebagai business partner dari chief executive officer Grup Astra. Artinya,
ia harus dapat memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sesuai
dengan kebutuhan Grup Astra sebagai konglomerasi usaha yang bergerak di
berbagai bidang bisnis, mulai dari otomotif, alat berat, agrobisnis, jasa
keuangan, teknologi informasi, hingga infrastruktur. Terhadap seluruh
karyawan Grup Astra yang berjumlah 120.000 orang—750 di antaranya adalah
karyawan level staf—Sri Martono harus mampu mengupayakan setiap karyawan
bisa berkontribusi secara produktif untuk meningkatkan kinerja dan daya
saing perusahaan.

Namun, Sri Martono merasa beruntung. Tanggung jawabnya diperingan karena
Astra telah lama memiliki sistem pengembangan SDM yang mapan. Sudah ada
tatanan-tatanan yang mengatur karyawan dalam meniti karier tahap demi tahap
di Astra. Tatanan-tatanan itu memberikan kesempatan yang sama dan terbuka
lebar bagi seluruh karyawan untuk mengembangkan kariernya di Astra. "Paket
kompensasi yang diberikan juga tak kalah bersaing dengan yang ada di pasar
tenaga kerja," ujar Sri Martono. Selain itu, tambahnya, karena Grup Astra
memiliki banyak perusahaan, peluang menjajal bekerja di berbagai perusahaan
milik Grup Astra pun terbuka lebar.

Dengan berbagai kelebihan itulah, Grup Astra kiranya layak difavoritkan
banyak karyawan dari perusahaan lain sebagai tempat bekerja. Setidaknya
hasil riset terbaru Warta Ekonomi tentang perusahaan idaman karyawan sebagai
tempat bekerja (The Best Company to Work For) pun menunjukkan hal itu. Dari
total responden sebanyak 1.103 karyawan level staf di berbagai perusahaan,
PT Astra International Tbk. terpilih sebagai perusahaan paling diidamkan
sebagai tempat bekerja. Alasan utamanya adalah karena Astra diyakini bisa
memberikan gaji dan kesejahteraan yang lebih baik bagi para karyawannya
dibanding perusahaan lain serta memiliki citra positif sebagai perusahaan
besar. Karyawan level staf yang menjadi responden umumnya adalah profesional
muda berusia 30 tahun ke bawah dan berpendidikan sarjana S-1. Mereka
sebagian besar baru bekerja selama dua tahun, bergaji Rp2—3 juta sebulan,
dan bekerja di bidang pemasaran dan administrasi.

Eddy S. Tjahja, direktur pengelola perusahaan perekrutan PT JobsDB
Indonesia, mengemukakan bahwa Astra memang layak menjadi perusahaan idaman
dari kacamata para pekerja. Ia melihat tipikal orang-orang yang bekerja di
Astra adalah mereka yang menikmati bekerja di sana. "Usia kerja mereka cukup
lama di sana," tuturnya. Ia mencermati hal itu disebabkan Astra bisa
memberikan social security yang baik bagi para pekerjanya, jelas aturan dan
jenjang karier karyawannya, serta memberikan pekerjaan yang tidak terlalu
kompleks atau lebih banyak fokus pada satu tugas, bukan multitask.

*Perusahaan Idaman Lainnya*
Setelah Astra, perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti PT Unilever
Indonesia Tbk., PT Telkom Tbk., dan PT Indosat Tbk. juga termasuk 10 besar
perusahaan yang paling diidamkan sebagai tempat bekerja oleh para karyawan
dari berbagai perusahaan. Umumnya perusahaan-perusahaan itu memiliki
kelebihan-kelebihan yang sama seperti halnya PT Astra International Tbk.
Mereka juga memiliki sistem pengembangan SDM yang mapan, memberikan berbagai
macam program pengembangan SDM, memberikan kesempatan peningkatan jenjang
karier yang sama dan terbuka, memberikan fasilitas kantor yang memadai, dan
memberikan gaji bulanan di atas rata-rata pasar.

Menurut Josef Bataona, direktur SDM PT Unilever Indonesia Tbk., sistem
pengembangan SDM yang mapan sangat bermanfaat baik bagi perusahaan maupun
karyawan itu sendiri. Contohnya, semua anggota dewan direksi Unilever yang
dari lokal dan 70% level manajemen Unilever di bawah direktur adalah berasal
dari program management trainee Unilever yang sudah berjalan selama 20
tahun. Sistem pengembangan SDM yang mapan, papar Josef, mampu meminimalisasi
elemen subjektivitas dalam evaluasi performa karyawan dan dapat segera
mengidentifikasi hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan performa
karyawan. "Kami tidak akan membiarkan karyawan jeblok terlebih dahulu, baru
manajemen ngomong," kata Josef.

Sementara itu, John Welly, direktur SDM PT Telkom Tbk., mengungkapkan
lingkungan kerja yang kondusif dan fasilitas kerja yang memadai dapat
meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Misalnya, penyediaan fasilitas
komputer yang dilengkapi dengan internet, e-mail, dan intranet membuat
aktivitas surat-menyurat internal karyawan Telkom berjalan paperless.
Fasilitas itu sekaligus juga merupakan sarana peningkatan kompetensi
karyawan. "Dalam intranet Telkom telah tersedia site Knowledge Management
untuk meningkatkan kompetensi yang bisa diakses seluruh karyawan," ujar
John.

S. Wimbo S. Hardjito, corporate services director PT Indosat Tbk.,
membenarkan kinerja karyawan dipengaruhi oleh suasana kantor dan sistem
pengembangan SDM yang ada. "Dalam teori motivasi, motivasi terbesar karyawan
bekerja adalah karena lingkungan kerjanya kondusif," tutur Wimbo. Untuk itu,
Indosat, di antaranya, telah menggunakan smart time, yaitu pegawai
menentukan sendiri jam masuk dan jam pulang dengan jumlah jam kerja yang
sama. Adanya sistem pengembangan SDM yang mapan di Indosat pun memungkinkan
adanya standarisasi dan transparansi sehingga karyawan memiliki arahan yang
jelas dan pasti, meniadakan istilah tempat "basah" dan "kering", mengurangi
kecemburuan dan intrik di kantor.

*Perusahaan Migas Mendominasi*
Menariknya, hasil riset Warta Ekonomi juga menunjukkan tren baru bahwa bisa
bekerja di perusahaan migas sekarang banyak diidamkan umumnya para karyawan.
Dari 20 besar perusahaan yang paling diidamkan sebagai tempat bekerja, ada
tujuh perusahaan migas dan pertambangan yang mendominasi, yaitu PT
Pertamina, PT Caltex Pacific Indonesia, Beyond Petroleum Indonesia, PT
Freeport Indonesia, PT Schlumberger Indonesia, Total E&P Indonesie, dan
Unocal Indonesia. Tren baru ini berbeda dengan tren hasil riset Warta
Ekonomi tahun lalu. Tahun 2004, perusahaan-perusahaan di sektor konsumsi dan
perbankan lebih banyak difavoritkan sebagai tempat bekerja. Perusahaan
consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk. pun muncul sebagai perusahaan yang
paling diidamkan sebagai tempat bekerja.

Menurut Eddy S. Tjahja, minat besar ke perusahaan migas itu ada hubungannya
dengan kenaikan harga minyak. Industri migas bisa dikatakan sebagai industri
masa depan dan banyak perusahaan migas asing yang akan masuk ke Indonesia.
Artinya, perusahaan migas bakal menyerap cukup banyak tenaga kerja. "Ini
memang cerminan dari keadaan ekonomi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,"
tandasnya.

*Peluang Bekerja di Perusahaan Idaman*
Lantas, adakah peluang bagi para karyawan di level staf untuk bisa bekerja
di perusahaan idamannya tahun depan? Hasil survei terbaru Danareksa Research
Institute (DRI) tentang Indeks Sentimen Bisnis selama Agustus—September 2005
setidaknya memberikan kabar baik. Hasil survei itu mengemukakan walaupun
umumnya para chief executive officer (CEO) perusahaan besar bersikap
pesimistis terhadap prospek bisnis di Indonesia sepanjang tahun 2006, mereka
tetap yakin bahwa perusahaannya dapat mengatasi kesulitan ekonomi yang
terjadi. Jadi, kendati terjadi peningkatan tekanan biaya, para CEO itu
tetap  berencana menambah jumlah pegawai atau merekrut pegawai baru.

Hanya saja, yang diperlu diperhatikan, rencana perekrutan
perusahaan-perusahaan idaman itu berbeda-beda. PT Astra International Tbk.,
misalnya, lebih mengutamakan mencari kader-kader profesionalnya dengan cara
"jemput bola" ke kampus-kampus perguruan tinggi. "Bahkan hingga ke
universitas-universitas ternama di luar negeri," ungkap Sri Martono. Sekitar
70%—80% kebutuhan staf di Astra dipenuhi dengan cara proaktif seperti itu
dan sisanya didapat dari proses normatif seperti dari hasil iklan lowongan
kerja di media massa.

Lain lagi rencana perekrutan di PT Unilever Indonesia Tbk. Menurut Josef
Bataona, selama lima tahun terakhir, Unilever Indonesia merekrut karyawan
baru level staf rata-rata sebanyak 30—35 orang. "Yang unik, mulai tahun
2005, kami lebih mencari talent yang bisa bekerja cepat di level lokal,
regional, dan global dalam tim virtual," ujarnya.

Sementara itu, PT Telkom Tbk. pada 2006 masih menerapkan kebijakan negative
growth untuk pertumbuhan jumlah karyawan. Kebijakan ini juga telah
diberlakukan pada 2005 sehingga jumlah perekrutan Telkom tahun ini hanya
sebesar 20% dari yang exit. "Tahun depan perekrutan difokuskan untuk
karyawan baru di bidang teknologi informasi, teknologi telekomunikasi, dan
marketing & business," ujar John Welly.

Akan halnya PT Indosat Tbk., walaupun setiap tahun rata-rata merekrut
karyawan tetap sekitar 100—150 orang, ke depan, kebijakan perekrutannya akan
makin lebih spesifik. Indosat akan lebih banyak memilih merekrut karyawan
yang bersertifikasi yang menunjukkan karyawan itu memang memiliki kompetensi
di bidangnya. "Ke depan, pola ini akan segera kami terapkan," tutur S. Wimbo
S. Hardjito. Jadi, peluang bagi para karyawan untuk bisa bekerja di
perusahaan idaman sebenarnya masih cukup terbuka, cuma mesti mempersiapkan
diri sebaik mungkin.

*20 Perusahaan Idaman sebagai Tempat Bekerja 2005*

**

*

Peringkat

Nama Perusahaan

% Pilihan Responden

2005

2004

1

3

PT Astra International Tbk.

11,266

2

2

PT Pertamina

5,384

3

1

PT Unilever Indonesia Tbk.

5,384

4

5

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

3,689

5

16

PT Caltex Pacific Indonesia.

3,290

6

10

PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

2,891

7

7

PT Indosat Tbk.

2,393

8

8

Bank Mandiri Tbk.

2,094

9

15

PT Telekomunikasi Seluler  (Telkomsel)

1,795

10

18

Bank BCA Tbk

1,595

11

-

Beyond Petroleum Indonesia

1,595

12

-

PT Freeport Indonesia

1,595

13

-

PT Schlumberger Indonesia

1,496

14

9

Citibank Indonesia

1,296

15

4

PT IBM Indonesia

1,196

16

-

PT Microsoft Indonesia

1,196

17

-

PT Nestle Indonesia

1,196

18

-

Total E&P Indonesie

1,096

19

-

PT Televisi Transformasi Indonesia  (Trans TV)

0,897

20

-

Unocal Indonesia

0,897
**

*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s