Jawaban bagi muslimah yang galau belum memakai jilbab “Ah, Yg Penting kan Hatinya!”

Assalamu’alaikum  wr wb

Bismillahirrahmanirrahim

JILBABI HATI TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERJILBAB, BENARKAH ?

Banyak syubhat (hal yang membuat ragu) yang dilontarkan kepada kaum muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang ‘ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah ” Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hatinya!” Lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.

Syubhat lainnya lagi adalah ” Lihat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk (rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..! Jadi yang wajib adalah menghijabi hati, kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berjilbab (hijab)!” Benarkah demikian saudariku,, ??

Saudariku…….Inilah Jawaban Kami atas Syubhat-syubhatmu itu…

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala memohon ampun atas kebodohan atau kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan, maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik, maka tengoklah disekitar kita, yaitu orang-orang yang beragama selain Islam. Lihatlah dengan seksama, ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut perkataannya, dermawan, bijaksana, dan lain sebagainya. Apakah saudari (ukhti) setuju untuk mengatakan bahwa mereka adalah muslim? Tentu akal saudari akan mengatakan “TIDAK!” karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk Islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang Islam. Tentu saudari muslimah akan sependapat dengan kami bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak (dzahir) dari orang itu. Artinya, kita bisa mengatakan orang tersebut muslim, jikalau ia melaksanakan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, serta yang lainnya.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika saudari (ukhti) melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah ukhti bisa menebak wanita itu muslimah ataukah non-muslimah? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non-muslimah lainnya. Ada kaidah dasar fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu ‘ala llah” artinya, hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah kepada Allah.

Rasanya tidak ada yang bisa meragukan kesucian hati istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam (ummahatul mukminin), begitupula istri-istri Sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat tentang hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna[1], tak ada satupun riwayat yang menjelaskan bahwa mereka menolak perintah Allah Ta’ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka.

Apa yang ingin saudari katakan? Sedangkan mengenai hadits di atas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits di atas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “[2]

Hadits di atas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian.” (HR.Muslim (2564/34)).

Maksud dari “tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian” yaitu bahwa sesungguhnya yang Allah nilai dari hamba-Nya adalah hati dan perbuatannya. Bukan hanya hatinya saja atau perbuatannya saja. Apabila hanya hati yang diutamakan, pasti akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat lima waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar zakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para Sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, padahal mereka adalah sebaik-baik manusia di atas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal. Perhatikanlah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya. Urwah bin Zubair Radhiyallahu ‘anhu misalnya, ayahnya adalah Zubair bin Awwam, ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam). Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia, maka jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya akan tetapi ia masih giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat.

Aduhai,..betapa lalai dan bodohnya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan. Padahal hati kita TIDAK LEBIH BAIK dibandingkan dengan generasi pendahulu (Salafush Shalih) yaitu para Sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam.

Sekarang kami yang akan bertanya kepada ukhti: “Apakah yang akan saudari katakan saat ditanya oleh Allah Ta’ala tentang jilbabmu sedangkan disaat masih hidup sampai kematian menjemput, saudari belum juga berjilbab???”

[1] Lihat Al-Qur-an surat An-Nur ayat 31 dan surat Al-Ahzab ayat 59

[2] HR. Muslim (2564/33), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

Sekedar catatan untuk saya,[ini bukan pengandaian ataupun menolak takdir Allah] Jikalau kedua adik perempuan saya masih hidup saya PASTI akan melindungi dan menutupnya dengan jilbab/hijab karena sesungguhnya saya TIDAK RELA jika kecantikan dan indahnya mereka terlihat oleh orang yang bukan mahramnya.Sekian.Mohon Maaf jika ada salah kata.Wallahualam.

2 pemikiran pada “Jawaban bagi muslimah yang galau belum memakai jilbab “Ah, Yg Penting kan Hatinya!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s